Wow, Sewa Kantor di Jakarta Paling Mahal Di Asia

 on 14/04/13  



DKI Jakarta. [Dok.SP]
 Tingginya pertumbuhan ekonomi Indonesia telah menarik banyaknya bisnis dan investasi dari luar negeri, dan hal ini berdampak langsung terhadap pertumbuhan bisnis properti dan real estate.  

Dalam suatu survei yang baru-baru ini diterbitkan oleh konsultan properti internasional menunjukkan bahwa biaya sewa kantor di pusat bisnis Jakarta, khususnya (Central Business District, CBD), akan naik sampai dengan 38% sepanjang tahun 2013 ini.

Hal ini menjadikan harga sewa kantor di Jakarta sebagai salah satu yang tertinggi di Asia.  

Hal ini disebabkan meningkatnya permintaan (demand) dari perusahaan-perusahaan internasional yang tengah berekspansi di Indonesia.

Tingginya harga sewa kantor tidak bisa dijangkau oleh seluruh perusahaan. Apalagi untuk menemukan kantor di lokasi premium dan strategis dengan harga terjangkau sudah sangat sulit.  

Oleh karena itu, sejak 2011 lalu mulai marak bermunculan bisnis service offices, yang menyediakan layanan penyewaan kantor dengan fasilitas kerja dan sistem teknologi yang lengkap.  

Bisnis ini hadir untuk menjawab kemudahan pada perusahaan-perusahaan yang ingin membuka cabang kantor tanpa perlu repot memikirkan beban biaya awal, seperti renovasi, instalasi teknologi, dan tambahan tenaga kerja.  

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang ini adalah The Nomad Offices. Setelah sebelumnya membuka kantor di Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand, Filipina, kini The Nomad Offices memasuki pasar Jakarta.  

General Manager The Nomad Offices, Cheng Shea Li, mengatakan ruang kantor yang disediakan dilengkapi dengan ruang diskusi dan ruang pertemuan, serta ditunjang oleh business lounge. Terdiri dari beragam tipe dan bisa disewakan sesuai kebutuhan.  

Di Jakarta, The Nomad Offices telah membuka ruang kantor sewa di lantai 12 Menara Palma, Kuningan, yang resmi diluncurkan pada Juni 2012 lalu. Hari ini, kami membuka ruang sewa kantor baru di lantai 49 Equity Tower, Sudirman Central Business District (SCBD).

Ruang kantor tersebut mereka sewakan dari pemilik dengan tarif tertentu sesuai yang dikenakan pada gedung bersangkutan, dalam hal ini SCBD yang dimiliki oleh pengembang PT Danayasa Arthatama Tbk (SCBD).  

Namun, Chen Li tidak mengungkapkan besaran investasi yang dikuncurkannya. Ia menyebut, biaya renovasi ruangan di awal mencapai sekira US$  1-2 juta atau sekitar  Rp100-200 miliar.  

Harga sewa  beragam, mulai US$ 300 (Rp3 juta) per bulan untuk shared office space, Rp350 ribu per bulan untuk virtual office. Selain itu, bisa juga menyewa per jam dengan tarif Rp90 ribu per jam.


Wow, Sewa Kantor di Jakarta Paling Mahal Di Asia 4.5 5 Fizzo's Blog 14/04/13  Tingginya pertumbuhan ekonomi Indonesia telah menarik banyaknya bisnis dan investasi dari luar negeri, dan hal ini berdampak la...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.