30/08/13
23/08/13
Dr. Subchan, Penemu Robot Perang Yang Dikagumi Inggris.
Dr Subchan adalah seorang peneliti asal Indonesia, berhasil meraih prestasi bergengsi di Inggris. Hal ini terjadi pas pada saat Indonesia merayakan Hari kemerdekaannya. Dan ini bisa menjadi kado luar biasa buat negeri tercinta ini.
Yang menarik dari Dr. Subchan ini adalah selain sebagai seorang Ilmuwan. Ternyata beliau pun seorang politikus. Hal ini terbukti dari beberapa forum politik dimana beliau sempat angkat bicara. Iya memang, Dr. Subchan adalah kader PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Dia banyak menjelaskan ke media-media mengenai sepak terjang Partainya tersebut.
Dalam konteks perang modern, lanjut Wallace, produk teknologi seperti yang dikembangkan Subchan dan timnya memang sangat relevan. Medan yang asing dan sulit, membutuhkan piranti yang bisa sangat membantu prajurit tempur.
Robot yang dikembangkan Team Stellar ini terdiri atas dua pesawat kecil dan satu kendaraan darat. Semuanya tanpa awak. Wahana ini dilengkapi dengan sensor radar, panas, dan visual. Untuk menyelaraskan kerja ketiga robot ini, sekaligus menganalisis hasil yang didapat, dibuat semacam pusat mengendali terpadu.
Kepada Jawa Pos Subchan memaparkan, tiga komponen robot yang dikembangkan Team Stellar itu punya fungsi sendiri-sendiri yang saling menunjang. Pertama, pesawat tanpa awak yang terbang tinggi. Alat ini berfungsi memetakan wilayah dan mengetahui medan. Pesawat ini bisa mendeteksi kendaraan militer; tank, bahkan sniper (penembak jitu) lawan.
Namun, untuk bom pesawat, alat ini tidak bisa mendeteksi secara akurat. Itulah sebabnya dibuat robot kedua dan ketiga berupa pesawat tanpa awak yang terbang rendah dan satu robot darat (ground vehicle). Kedua robot terakhir ini lebih berfungsi untuk mengecek atau melakukan verifikasi terhadap temuan pesawat pertama yang terbang tinggi .
Subchan, yang menempuh master bidang applied matematics (S2) di Delft University of Technology di Belanda pada 1998-2000 ini terlibat di bagian desain dan pengembangaan kendaraan udara dan darat tanpa awak. ”Ini memang pekerjaan yang sangat menguras tenaga dan otak,” kata pria kelahiran Jombang Mei 1971 itu.
Dia menceritakan, proyek robot militer ini dimulai sekitar pertengahan 2007. Selama kurang lebih setahun, Team Stellar yang menggabungkan beberapa perusahaan pertahanan dan Cranfield University itu mengembangkan dan menguji coba Saturn di lapangan. Uji coba dilakukan di beberapa tempat di Inggris.
“Proyek ini membuat saya sering ke lapangan dan menghabiskan waktu di alam terbuka. Kadang selama berhari-hari menyempurnakan Saturn,” kata anak kedua dari empat bersaudara pasangan Abdul Muin dan Djamilah ini.
Dalam enam bulan terakhir, hampir tiap minggu Subchan dan timnya ke lapangan menguji Saturn. Waktu yang terbatas memang menjadi salah satu kendala pengembangan Saturn. Bahkan, sampai babak final pun, masih ada beberapa masalah yang mengganjal.
”Pada proofing event (pembuktian produk) yang berlangsung selama lima hari, kami sempat khawatir karena sampai hari ketiga komunikasi antara stasiun pengendali di darat dan robot kendaraan tidak begitu bagus,” bpak lima orang anak itu. Untunglah pada hari keempat, persoalan bisa diatasi.
Menurutnya, salah satu tantangan yang harus dilakukan setiap tim adalah dalam waktu satu jam harus mendemonstasikan hasil temuannya di Village of Copehill Down, di Salisbury Plain, Wiltshire, Inggris. Yakni, sebuah perkampungan yang khusus dibuat untuk latihan militer. Kondisi perkampungan itu dibuat sedemikian rupa mirip dengan medan peperangan, lengkap dengan snipers, bom, tank, peluncur roket, hingga aktor yang berperan sebagai tentara lawan dan penduduk sipil.
Dalam tantangan seperti itu, robot peserta MoD Grand Challenge harus bisa membedakan mana yang ancaman dan mana warga sipil biasa.
”Saya sangat bersyukur bisa menang,” kata suami Ima Imadatul yang pernah empat tahun bekerja di IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) sebelum menjadi dosen ITS.
Subchan layak berbangga karena dari 11 tim yang mengikuti lomba ini hanya enam yang masuk babak final. Dan dari enam ini, Team Stellar menang dan berhak atas penghargaan begengsi RJ Mitchell Trophy. Tropi yang mengambil nama perancang pesawat Spitfire Fighter, pesawat tempur legendaris pada pertempuran Battle of Britain.
Ia mengaku tidak pernah membayangkan dan berencana menjadi peneliti militer. Tapi kuliah S3 di Cranfield University membuatnya menekuni penelitian dan pengembangan teknologi militer. Ia pernah meneliti ‘awan yang tercemar nuklir’. Bila semisal ada kebocoran di reaktor nuklir, Subchan membantu menentukan luas wilayah yang tercemar bahan berbahaya. Dari sini bisa ditentunkan warga di wilayah mana yang harus diungsikan karena kebocoran nuklir tersebut.
”Inilah yang membuat saya senang dan menikmati bidang saya. Ada hasil nyata yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan manusia,” kata Subchan yang juga sering menjadi pembicara pada forum pengajian di Swindon dan London.
Untuk masa depan Saturn yang ia kembangkan bersama Team Stellar, ia belum tahu persis kapan selesai dan dipakai oleh kalangan militer. Yang jelas, teknologi yang dipakai sangat kompleks dan membutuhkan dana yang besar. ”Kalau dananya tersedia mungkin Saturn bisa hadir lebih cepat,” katanya. (el)
Oleh pemerintah Inggris berminat akan mengembangkan penemuan ini..
Oleh pemerintah Inggris berminat akan mengembangkan penemuan ini..
10/08/13
Only happen here in Indonesia
http://fashion-pria.tokobagus.com/pakaian-olahraga/baju-timnas-indonesia-dan-medali-27617833.html


02/08/13
Negara Yang Pernah Diinvasi Indonesia
|
|
7 Negara Yang Pernah Diinvasi Indonesia
Siapa bilang Indonesia adalah negara budak yang hanya bisa dijajah dan tak bisa menggempur negara lain . Ternyata Indonesia pernah melakukan invasi ke sejumlah negara. Ini beneran invasi perang dengan tentara lho gan, bukan penyerbuan TKI ke negeri asing . Ya udah langsung aja deh, ini nih 7 Negara Yang Pernah Diinvasi Indonesia.
1. Timor Leste
Operasi Seroja adalah sandi untuk invasi Indonesia ke Timor Timur yang dimulai pada tanggal 7 Desember 1975. Pihak Indonesia menyerbu Timor Timur karena adanya desakan Amerika Serikat dan Australia yang menginginkan agar Fretilin yang berpaham komunisme tidak berkuasa di Timor Timur. Selain itu, serbuan Indonesia ke Timor Timur juga karena adanya kehendak dari sebagian rakyat Timor Timur yang ingin bersatu dengan Indonesia atas alasan etnik dan sejarah.
Angkatan Darat Indonesia mulai menyebrangi perbatasan dekat Atambua tanggal 17 Desember 1975 yang menandai awal Operasi Seroja. Sebelumnya, pesawat-pesawat Angkatan Udara RI sudah kerap menyatroni wilayah Timor Timur dan artileri Indonesia sudah sering menyapu wilayah Timor Timur. Kontak langsung pasukan Infantri dengan Fretilin pertama kali terjadi di Suai, 27 Desember 1975. Pertempuran terdahsyat terjadi di Baucau pada 18-29 September 1976. Walaupun TNI telah berhasil memasuki Dili pada awal Februari 1976, namun banyak pertempuran-pertempuran kecil maupun besar yang terjadi di seluruh pelosok Timor Timur antara Fretilin melawan pasukan TNI. Dalam pertempuran terakhir di Lospalos 1978, Fretilin mengalami kekalahan telak dan 3.000 pasukannya menyerah setelah dikepung oleh TNI berhari-hari. Operasi Seroja berakhir sepenuhnya pada tahun 1978 dengan hasil kekalahan Fretilin dan pengintegrasian Timor Timur ke dalam wilayah NKRI. Selama operasi ini berlangsung, arus pengungsian warga Timor Timur ke wilayah Indonesia mencapai angka 100.000 orang. Korban berjatuhan dari pihak militer dan sipil. Warga sipil banyak digunakan sebagai tameng hidup oleh Fretilin sehingga korban yang berjatuhan dari sipil pun cukup banyak. Pihak Indonesia juga dituding sering melakukan pembantaian pada anggota Fretilin yang tertangkap selama Operasi Seroja berlangsung.
Spoilerfor Pics:



2. Papua Barat

Operasi Trikora, juga disebut Pembebasan Irian Barat, adalah konflik 2 tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Papua bagian barat. Pada tanggal 19 Desember 1961, Soekarno (Presiden Indonesia) mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta. Soekarno juga membentuk Komando Mandala. Mayor Jenderal Soeharto diangkat sebagai panglima. Tugas komando ini adalah merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Papua bagian barat dengan Indonesia.
Pertempuran Laut Aru pecah pada tanggal 15 Januari 1962, ketika 3 kapal milik Indonesia yaitu KRI Macan Kumbang, KRI Macan Tutul yang membawa Komodor Yos Sudarso, dan KRI Harimau yang dinaiki Kolonel Sudomo, Kolonel Mursyid, dan Kapten Tondomulyo, berpatroli pada posisi 4°49' LS dan 135°02' BT. Menjelang pukul 21:00 WIT, Kolonel Mursyid melihat tanda di radar bahwa di depan lintasan 3 kapal itu, terdapat 2 kapal di sebelah kanan dan sebelah kiri. Tanda itu tidak bergerak, dimana berarti kapal itu sedang berhenti. Ketika 3 KRI melanjutkan laju mereka, tiba-tiba suara pesawat jenis Neptune yang sedang mendekat terdengar dan menghujani KRI itu dengan bom dan peluru yang tergantung pada parasut. Kapal Belanda menembakan tembakan peringatan yang jatuh di dekat KRI Harimau. Kolonel Sudomo memerintahkan untuk memberikan tembakan balasan, namun tidak mengenai sasaran. Akhirnya, Yos Sudarso memerintahkan untuk mundur, namun kendali KRI Macan Tutul macet, sehingga kapal itu terus membelok ke kanan. Kapal Belanda mengira itu merupakan manuver berputar untuk menyerang, sehingga kapal itu langsung menembaki KRI Macan Tutul. Komodor Yos Sudarso gugur pada pertempuran ini setelah menyerukan pesan terakhirnya yang terkenal, "Kobarkan semangat pertempuran".
Pasukan Indonesia di bawah pimpinan Mayjen Soeharto melakukan operasi infiltrasi udara dengan menerjunkan penerbang menembus radar Belanda. Mereka diterjunkan di daerah pedalaman Papua bagian barat. Penerjunan tersebut menggunakan pesawat angkut Indonesia, namun operasi ini hanya mengandalkan faktor pendadakan, sehingga operasi ini dilakukan pada malam hari. TNI Angkatan Laut kemudian mempersiapkan Operasi Jayawijaya yang merupakan operasi amfibi terbesar dalam sejarah operasi militer Indonesia. Lebih dari 100 kapal perang dan 16.000 prajurit disiapkan dalam operasi tersebut.
Karena kekhawatiran bahwa pihak komunis akan mengambil keuntungan dalam konfik ini, Amerika Serikat mendesak Belanda untuk berunding dengan Indonesia. Karena usaha ini, tercapailah persetujuan New York pada tanggal 15 Agustus 1962. Pemerintah Australia yang awalnya mendukung kemerdekaan Papua, juga mengubah pendiriannya, dan mendukung penggabungan dengan Indonesia atas desakan AS.
Spoilerfor Pics:
KRI Irian, Penjelajah kelas Sverdlov
Komodor Yos Sudarso yang tenggelam di Laut Aru pada saat terjadinya Pertempuran Laut Aru.
3. Malaysia
Pada 20 Januari 1963, Menteri Luar Negeri Indonesia Soebandrio mengumumkan bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia. Pada 12 April, sukarelawan Indonesia (sepertinya pasukan militer tidak resmi) mulai memasuki Sarawak dan Sabah untuk menyebar propaganda dan melaksanakan penyerangan dan sabotase. Tanggal 3 Mei 1963 di sebuah rapat raksasa yang digelar di Jakarta, Presiden Sukarno mengumumkan perintah Dwi Komando Rakyat (Dwikora) yang isinya: Pertinggi ketahanan revolusi Indonesia, Bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sarawak dan Sabah, untuk menghancurkan Malaysia
Di bulan Agustus, enam belas agen bersenjata Indonesia ditangkap di Johor. Aktivitas Angkatan Bersenjata Indonesia di perbatasan juga meningkat. Tentera Laut DiRaja Malaysia mengerahkan pasukannya untuk mempertahankan Malaysia. Tentera Malaysia hanya sedikit saja yang diturunkan dan harus bergantung pada pos perbatasan dan pengawasan unit komando. Misi utama mereka adalah untuk mencegah masuknya pasukan Indonesia ke Malaysia. Sebagian besar pihak yang terlibat konflik senjata dengan Indonesia adalah Inggris dan Australia, terutama pasukan khusus mereka yaitu Special Air Service(SAS). Tercatat sekitar 2000 pasukan Indonesia tewas dan 200 pasukan Inggris/Australia (SAS) juga tewas setelah bertempur di belantara kalimantan (Majalah Angkasa Edisi 2006).
Pada 17 Agustus pasukan terjun payung mendarat di pantai barat daya Johor dan mencoba membentuk pasukan gerilya. Pada 2 September 1964 pasukan terjun payung didaratkan di Labis, Johor. Pada 29 Oktober, 52 tentara mendarat di Pontian di perbatasan Johor-Malaka dan membunuh pasukan Resimen Askar Melayu DiRaja dan Selandia Baru dan menumpas juga Pasukan Gerak Umum Kepolisian Kerajaan Malaysia di Batu 20, Muar, Johor.
Ketika PBB menerima Malaysia sebagai anggota tidak tetap. Sukarno menarik Indonesia dari PBB pada tanggal 20 Januari 1965. Pada pertengahan 1965, Indonesia mulai menggunakan pasukan resminya. Pada 28 Juni, mereka menyeberangi perbatasan masuk ke timur Pulau Sebatik dekat Tawau, Sabah dan berhadapan dengan Resimen Askar Melayu Di Raja dan Kepolisian North Borneo Armed Constabulary.
Pada 1 Juli 1965, militer Indonesia yang berkekuatan kurang lebih 5000 orang melabrak pangkalan Angkatan Laut Malaysia di Semporna. Serangan dan pengepungan terus dilakukan hingga 8 September namun gagal. Peristiwa ini dikenal dengan "Pengepungan 68 Hari" oleh warga Malaysia. Menjelang akhir 1965, Jendral Soeharto memegang kekuasaan di Indonesia setelah berlangsungnya G30S. Oleh karena konflik domestik ini, keinginan Indonesia untuk meneruskan perang dengan Malaysia menjadi berkurang dan peperangan pun mereda.
Pada 28 Mei 1966 di sebuah konferensi di Bangkok, Kerajaan Malaysia dan pemerintah Indonesia mengumumkan penyelesaian konflik. Kekerasan berakhir bulan Juni, dan perjanjian perdamaian ditandatangani pada 11 Agustus dan diresmikan dua hari kemudian.
Spoilerfor Pics:


4. Malaka
Sejak tahun 1509, Pati Unus, raja Demak, sudah merancang rencana untuk menguasai Malaka. Saat itu Malaka berada di bawah kekuasaan Kesultanan Malaka. Dengan kata lain, perlu dicatat bahwa serangan Demak ke Malaka jelas bukanlah sebuah serangan anti-kekuasaan asing, tetapi sebuah invasi imperialis. Tahun 1511, Alfonso D'Alburquerque, Laksamana armada Portugis, mendahului Pati Unus dengan menaklukkan Malaka. Sultan Malaka Mahmud Syah melarikan diri ke Bintan.
Pati Unus sangat mengerti bahwa kekuatan utama Portugis adalah pada armada lautnya. Portugis memiliki kapal yang kuat, bahkan lebih kuat dibandingkan dengan kapal Majapahit. Selain itu, Portugis sudah menggunakan meriam yang dipasang di masing - masing kapal di mana pada waktu itu meriam adalah senjata pamungkas yang tidak bisa ditandingi oleh senjata apapun.
Oleh karena itu, langkah pertama Pati Unus adalah menghidupkan kembali kekuatan armada Majapahit yang tertidur lama pada saat masa - masa perebutan kekuasaan. Kapal - kapal baru tersebut juga dilengkapi dengan Cetbang, yaitu meriam api, di mana kapal dan cetbang juga merupakan kekuatan andalan Armada Majapahit. Pusat produksi kapal-kapal ini adalah Semarang, gerbang masuk Demak, dengan bantuan orang-orang Tionghoa lokal.
Selanjutnya Pati Unus menghimpun kekuatan - kekuatan nusantara untuk membentuk armada gabungan dengan satu tujuan, mengusir Portugis dari Malaka. Ia juga meminta bantuan orang-orang Jawa yang ada di Malaya untuk jadi agen dalam di Malaka. Tetapi ternyata, ketika Pati Unus terlanjur berangkat ke Malaka,orang-orang Jawa ini terlanjur dipergoki Portugis dan melarikan diri ke Cirebon. Pati Unus pun bertempur tanpa bantuan mata-mata dan agen dalam - kapal-kapalnya dengan mudah diremuk meriam-meriam yang ditodongkan ke laut di Benteng Portugis di Malaka.
Spoilerfor Pics:

5. Singapura
Usman lahir di Purbalingga, Banyumas, Jawa Tengah (1943). Harun lahir di P Bawean, Surabaya (1947). Kedua-duanya nama samaran untuk tugas sebagai sukarelawan menyusup ke Singapura, melakukan tugas sabotase dalam rangka Dwikora (Dwi Komando Rakyat). Pada waktu itu RI terlibat konfrontasi dengan Malaysia dan Singapura. Usman dan Harun tergabung dalam tim sabotir. Pada 8 Maret 1965 malam, berbekal 12,5 kg bahan peledak mereka bertolak dengan perahu karet dari P Sambu. Mereka dapat menentukan sendiri sasaran yang dikehendaki.
Maka setelah melakukan serangkaian pengintaian, pada suatu tengah malam terjadi ledakan di sebuah bangunan Mc Donald di Orchard Road. Tiga orang tewas dan sejumlah lainnya luka.
Dalam upaya kembali ke pangkalan, Usman bersama Harun pisah dengan Gani.
Baru pada 13 Maret pagi, setelah berhasil merampas sebuah motorboat, Usman dan Harun dalam perjalanan pulang. Tapi boat macet di perjalanan. Mereka takdapat menghindar dari sergapan patroli.
Pada 4 Oktober , Usman dan Harun diadili. Dijatuhi hukuman mati pada 20 Oktober 1965. Banding diajukan pada 6 Juni 1966, ditolak 5 Oktober 1966. Diajukan lagi pada 17 Februari 1967 ke Privy Council di London, tapi tetap ditolak (21 Mei 1968). Kemudian permohonan grasi diajukan kepada Presiden Singapura Jusuf bin Ishak (1 Juni 1968).
Sementara itu pada 4 Mei 1968, Menlu Adam Malik melalui Menlu Singapura membantu upaya KBRI memperoleh pengampunan atau setidak-tidaknya memperingan hukuman kedua sukarelawan.
Pada 10 Oktober 1968, Menlu Singapura menyatakan bahwa permohonan grasi ditolak. Pada 10 Oktober 1968, Atase AL Letkol Gani Djemat SH yang dipanggil ke Jakarta dan kembali ke Singapura membawa surat Presiden Soeharto untuk Presiden dan PM Singapura. Tapi gagal menyerahkan surat-surat itu langsung kepada yang bersangkutan.
Presiden Singapura sedang sakit. PM Lee Kwan Yew tak dapat dihubungi karena sibuk mempersiapkan keberangkatan ke Tokyo.
Spoilerfor Pics:

Usman dan Harun

6. Indochina (Kamboja dan Vietnam)
7. Siam (Thailand)
Dari catatan sejarah dan bukti arkeologi, pada abad ke-9 Sriwijaya telah melakukan invasi dan kolonisasi di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara, antara lain: Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaya, Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Filipina. Dominasi atas Selat Malaka dan Selat Sunda, menjadikan Sriwijaya sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokal yang mengenakan biaya atas setiap kapal yang lewat. Sriwijaya mengakumulasi kekayaannya sebagai pelabuhan dan gudang perdagangan yang melayani pasar Tiongkok, dan India.
Spoilerfor Pics:
Model kapal tahun 800-an Masehi yang terdapat pada candi Borobudur.
Angkor Wat
5 Pulau Hewan di Indonesia
Kebanyakan pulau di Indonesia dihuni oleh manusia. Namun beberapa pulau
memiliki populasi hewan sejenis yang sangat banyak sehingga banyak orang
menyebutnya dengan pulau hewan. Pulau seperti ini tidak semata-mata
dihuni oleh spesies endemik, namun penyebutannya lebih karena
populasinya yang sangat banyak. Berikut adalah 5 pulau hewan di
Indonesia:
1. Pulau Rinca, NTT

Lupakan pulau Komodo, anda tentu sudah tahu jika Pulau Komodo termasuk Pulau hewan karena memiliki komodo yang banyak. Namun bagaimana dengan Pulau Rinca? Pulau Rinca yang berlokasi di NTT juga memiliki populasi komodo yang banyak. Bahkan jumlah komodo disini lebih banyak daripada di Pulau Komodo. Jika tidak percaya, anda bisa datang langsung ke tempat ini dan menyusurinya. Dari bukit hingga ke pantai anda bisa menemukan banyak sekali komodo berkeliran. Karena komodo termasuk hewan buas, maka anda sebaiknya dipandu oleh ranger / pemandu khusus.
2. Pulau Biawak, Jawa Barat

Pulau Biawak di Jawa Barat juga merupakan pulau hewan di Indonesia. Sesuai dengan namanya, di tempat ini dipenuhi oleh banyak sekali biawak. Biawak suka berdiam di tempat ini karena terdapat hutan bakau yang merupakan habitat favorit mereka. Berbagai ukuran biawak mulai dari yang masih kecil hingga besar bisa anda temukan disini. Walaupun reptil ini tidak sebesar komodo, namun juga bisa sangat agresif dan menyerang manusia. Untuk itu anda harus selalu waspada jika berkeliling di sekitar tempat ini. Pulau ini bisa anda masukkan ke dalam destinasi wisata anda. Karena selain eksotis, perairan di tempat ini juga sangat jernih.
3. Pulau Kembang, Kalimantan Selatan

Jika anda ingin melihat ratusan monyet berkumpul bersamaan, anda bisa datang ke Pulau Kembang di Kalsel. Karena populasi kera memenuhi tempat ini, banyak orang yang menyebutnya pulau hewan. Jenis kera yang mendiami daerah ini adalah jenis monyet ekor panjang. Ini merupakan atraksi yang sangat menarik sehingga banyak wisatawan berdatangan ke tempat ini. Jika datang kesini, jangan lupa untuk membawakan kera-kera tersebut makanan favorit seperti pisang dan kacang.
4. Pulau Kalong, NTT

Pulau hewan di Indonesia berikutnya adalah Pulau Kalong di NTT. Perlu waktu sekitar satu jam untuk mengakses tempat ini dari Labuan Bajo. Populasi Kalong disini sangat banyak, ribuan atau bahkan puluhan ribu ekor. Anda bisa melihat mereka bergelantungan pada siang hari dan beterbangan pada malam hari. Namun ternyata tempat ini tidak terbuka untuk umum. Dengan begitu banyaknya kalong, otomatis populasi predator seperti ular juga banyak di tempat ini. Karena alasan keamanan, tidak ada orang yang berani masuk ke tempat ini.
5. Pulau Ular, NTB

Ini juga merupakan pulau hewan di Indonesia. Pulau ini dihuni oleh banyak sekali ular laut. Ular laut termasuk spesies yang tidak agresif jika tidak diganggu. Oleh sebab itu jika anda ingin berjalan-jalan di kawasan ini sebaiknya anda tidak bermain-main dengan ular tersebut. Jika anda ingin memegangnya sebaiknya minta petunjuk kepada penduduk lokal bagaimana cara memegang ular yang benar. Jika tidak ingin mengambil resiko, cukup lihat saja dan ambil beberapa foto jika diperlukan. Kebanyakan ular disini memiliki corak garis-garis dengan kombinasi warna hitam, putih, dan perak.
www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016975541/5-pulau-hewan-di-indonesia/
1. Pulau Rinca, NTT
Lupakan pulau Komodo, anda tentu sudah tahu jika Pulau Komodo termasuk Pulau hewan karena memiliki komodo yang banyak. Namun bagaimana dengan Pulau Rinca? Pulau Rinca yang berlokasi di NTT juga memiliki populasi komodo yang banyak. Bahkan jumlah komodo disini lebih banyak daripada di Pulau Komodo. Jika tidak percaya, anda bisa datang langsung ke tempat ini dan menyusurinya. Dari bukit hingga ke pantai anda bisa menemukan banyak sekali komodo berkeliran. Karena komodo termasuk hewan buas, maka anda sebaiknya dipandu oleh ranger / pemandu khusus.
2. Pulau Biawak, Jawa Barat
Pulau Biawak di Jawa Barat juga merupakan pulau hewan di Indonesia. Sesuai dengan namanya, di tempat ini dipenuhi oleh banyak sekali biawak. Biawak suka berdiam di tempat ini karena terdapat hutan bakau yang merupakan habitat favorit mereka. Berbagai ukuran biawak mulai dari yang masih kecil hingga besar bisa anda temukan disini. Walaupun reptil ini tidak sebesar komodo, namun juga bisa sangat agresif dan menyerang manusia. Untuk itu anda harus selalu waspada jika berkeliling di sekitar tempat ini. Pulau ini bisa anda masukkan ke dalam destinasi wisata anda. Karena selain eksotis, perairan di tempat ini juga sangat jernih.
3. Pulau Kembang, Kalimantan Selatan
Jika anda ingin melihat ratusan monyet berkumpul bersamaan, anda bisa datang ke Pulau Kembang di Kalsel. Karena populasi kera memenuhi tempat ini, banyak orang yang menyebutnya pulau hewan. Jenis kera yang mendiami daerah ini adalah jenis monyet ekor panjang. Ini merupakan atraksi yang sangat menarik sehingga banyak wisatawan berdatangan ke tempat ini. Jika datang kesini, jangan lupa untuk membawakan kera-kera tersebut makanan favorit seperti pisang dan kacang.
4. Pulau Kalong, NTT
Pulau hewan di Indonesia berikutnya adalah Pulau Kalong di NTT. Perlu waktu sekitar satu jam untuk mengakses tempat ini dari Labuan Bajo. Populasi Kalong disini sangat banyak, ribuan atau bahkan puluhan ribu ekor. Anda bisa melihat mereka bergelantungan pada siang hari dan beterbangan pada malam hari. Namun ternyata tempat ini tidak terbuka untuk umum. Dengan begitu banyaknya kalong, otomatis populasi predator seperti ular juga banyak di tempat ini. Karena alasan keamanan, tidak ada orang yang berani masuk ke tempat ini.
5. Pulau Ular, NTB
Ini juga merupakan pulau hewan di Indonesia. Pulau ini dihuni oleh banyak sekali ular laut. Ular laut termasuk spesies yang tidak agresif jika tidak diganggu. Oleh sebab itu jika anda ingin berjalan-jalan di kawasan ini sebaiknya anda tidak bermain-main dengan ular tersebut. Jika anda ingin memegangnya sebaiknya minta petunjuk kepada penduduk lokal bagaimana cara memegang ular yang benar. Jika tidak ingin mengambil resiko, cukup lihat saja dan ambil beberapa foto jika diperlukan. Kebanyakan ular disini memiliki corak garis-garis dengan kombinasi warna hitam, putih, dan perak.
www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016975541/5-pulau-hewan-di-indonesia/



